Mungkinkah ini terjadi? aku terjebak dalam sebuah dunia fantasi yang tak nyata. Aku melihat warna - warna yang mencolok itu seperti permen disepanjang jalan ini. Bunga dengan warna kelopak berbeda, dan setiap aku sentuh dia akan berubah warna. Kulihat orang - orang disekitarku, semuanya aneh berpenampilan yang tak biasa, baju - baju carnafal yang berwarna - warni dan tongkat sulap mereka yang bemacam - macam, topi tinggi dan rambut mereka.. Rambut mereka juga tak lazim.. Aku melihat diriku dan tanpa aku sadari akupun berpakaian yang sama.. Aku ingin berteriak, ini adalah sebuah mimpi bagiku.. terjebak dalam dunia sirkus..
Aku terus berjalan sepembawa hatiku, sayup - sayupku dengar suara tertawa yang halus. aku menengok ke belakang namun tak ada satu orangpun yang aku jumpai. Rupanya, aku tersesat dan telah pergi jauh dari keramaian kota. Aku sendiri dalam dunia sirkus yang seharusnya penuh keceriaan. Aku kembali berjalan dan tak akan kuhiraukan suara tawa halus itu yang kurasa semakin jelas.. Aku berlari, berlari sekencang yang aku bisa. Tapi suara tawa itu terngiang - ngiang mengikuti pelarianku ini. Aku takut.. benar - benar takut, tubuhku dingin gemetar. Aku memasuki sebuah hutan, namun pakaian yang kupakai cukup menyulitkanku, aku tumbang tersandung sebuah akar pohon raksasa.
Suara itu memuncak dan... "Hai!" dia berbisik pada ku.. "aaaaaaaaa..... siapa kamu??". Seorang wanita cantik tiba - tiba muncul dihadapanku. Betapa terkejutnya aku karena wanita itu sangat mirip denganku. "Aku adalah kamu! maaf pertemuan pertama kita membuatmu takut.. hey.. kamu jangan.. " Seketika semua gelap..
Kepalaku terasa berat, perlahan aku mencoba membuka mataku.. "Hai.. Selamat datang kembali.. " Sapa wanita misterius itu dengan ramah.. "aaaaa, lagi - lagi kamu.. ini pasti mimpi.. Ayo aku harus bangun.. " Aku mencubit tanganku "Aw, sakit sekali! jadi ini bukan mimpi.. ". "Dasar kau ini masih bodoh seperti dulu! tentu saja bukan, lihat sekelilingmu.."
"hhha, kau sama bodohnya denganku, tentu saja ini tak nyata, ini rumah yang aku gambar ketika aku TK.. jadi ini hanya fikiranku saja.. Alias imajinasiku.. "
"Sudahlah terlalu panjang untuk aku ceritakan asal - usulnya.. aku dan sekelilingku memang tak nyata, aku adalah hati kecilmu, fikiranmu.. jadi aku adalah kamu, aku adalah masa lalumu.. aku ingin memberitahumu banyak hal.."
"huh, ya.. sudah.. kau seperti kembaranku saja.. dari dlu aku ingin punya kembaran kau tau tak??"
"ya, aku tau... ya sudah bisa kita mulai??"
"mulai untuk apa??"
"untuk kembali ke masa lalumu.. Aku melihat kau banyak bersedih, lihatlah raut mukamu yang mulai berubah.. bahkan aku tak ingat lagi kapan terakhir kau tertawa.. Aku ingin meengembalikan senyummu, menghapus keputus asaanmu.. Kau telah banyak bersedih, kau banyak terluka.. padahal kau pantas bahagia.. itu semua karena aku sangat menyayangimu.. kembaranku.. "
"ya, kau memang benar, dibandingkan denganmu yang jauh lebih cantik, bahagia.. Aku memang berbeda.. "
"hey,, aku ini adalah kamu.. tapi agar gak buat kamu pusing, ya sudah anggap aku adalah kembaranmu.. peganglah tanganku.. pejamkan matamu.. dan ingatlah dengan kuat masa kecilmu.. Aku akan memulainya dari awal"..
Aku mulai membuka mata.. pandanganku kabur namun terlihat semakin jelas.. Aku melihat sebuah rumah persalinan, disana ku lihat seorang ibu yang akan melahirkan..
"Siapa itu?"
"Nanti kau juga akan tau.. coba lihat kalender itu.."
"Sabtu, 26 Februari 1994.. hah, itu kan tanggal lahirku.. berarti itu.. dia ibuku, sedang melahirkanku??"
"ya, kau benar.. lihat Ayahmu begitu cemas menantikan kelahiranmu, dan 2 kakakmu yang masih nakal - nakal itu pun menunggu kehadiran anggota baru dikeluarga mereka.. Dan itu nenekmu yang juga cemas berdoa agar kau lahir dengan selamat.. "
Tak lama kemudian, aku mendengar tangis halus seorang bayi..
"Bayinya perempuan.." kata bidan itu sumringah..
"Alhamdulillah....." ucap syukur dari keluargaku..
"Lihatlah betapa bahaginya ibu dan ayahmu menyambut kelahiranmu.. mereka menangis haru.. karena telah diamanahi Tuhan dengan seorang putri yang istimewa yaitu dirimu.. "
"Aku tidak seistimewa itu.. "
"sstttt.. jangan katakan hal itu lagi.. Setiap bayi yang terlahir didunia adalah orang yang istimewa, dia telah berhasil memenangkan sebuah kompetisi, yaitu seleksi alam.. hahha ==" dan kau telah diberiNya sebuah Cerita hidup yang indah yang seharusnya tidak kau sia-siakan dengan kesedihan dan merasa tidak berguna.. Kau diciptakan dengan memilki kelebihan dan kekurangn.. Dan seharusnya kau bisa memaksimalkan kelebihanmu itu...."
"ingat inseden kebakaran itu?"
Seketika suasana berubah menjadi kamarku yang telah dipenuhi dengan asap..
"nyaris saja, terjadi kebakaran dikamar yang kau tempati.. jika bukan karena kehendakNya, ibumu mencium asap dan segera membawamu keluar.. Kau lemah dan tak berdaya saat itu.. tapi Allah menghendaki agar kau selamat dan kembali melanjutkan kehidupan hingga seperti saat ini"
Aku tersentak mendengar kata - kata itu.. ya, memang benar adanya.. seandainya kebakaran itu benar - benar terjadi.. tentunya, aku telah.. dan aku tak akan ada seperti sekarang ini..
"kau benar, selama ini aku tak pernah bersyukur
"Beberapa tahun kemudian kau tumbuh menjadi balita yang sehat dan juga menggemaskan.. rambutmu ikal, berwarna coklat kemerahan.. kau juga cantik.."
"Sudahlah aku jadi malu..."
"lihat, umurmu sudah 5 tahun saatnya sekolah.."
"itukah aku dan ibuku??" ku lihat ibu membawa map yang berisi formulir pendaftaran..
"Aku sangat mengerti itu adalah pertama kalinya kau bersosialalisasi dengan teman sebayamu.. oleh karena itu, ibumu senantiasa setia untuk menungguimu sekolah.. Ibumu sangat menyayangimu.. membawakanmu bekal setiap hari, mengantarkanmu kemana pun kau mau.."
"ya, kau benar :) "
"coba lihat itu, bukankah itu teman - temanmu?? kau begitu bahagia bersama mereka tertawa bersama.. walaupun terkadang kau ngambek ketika mereka mengomentari hasil karya senimu.. hahha"
"ya..ya..ya... hahha tapi mereka jauh lebih menerimaku daripada teman - temanku saat ini"
"sudahlah, jangan bersedih.. mungkin kau harus membisakan diri bersikap terbuka dengan lingkunganmu.. aku melihat kau selalu tertutup dan hanya bisa memendam perasaanmu saja, memendam keinginanmu, memendam kekesalanmu terhadap mereka karena kau takut akan menyakiti mereka.. Tapi mereka menyakitimu.. cobalah ungkapkan jika kau mereasa tak nyaman.. ungkapkan dengan baik.. tapi jika masih ragu.. kesabaran adalah yg utama.. kau biasa mengalihkan pada banyak hal.. kau tak akan sendiri.. karna ada aku.. cling.. cling.."
"hahha....."
to be continued.........
No comments:
Post a Comment
Your comment please....